Archives

gravatar

Tiba-tiba dag dig dug

Masa SMA memang masa yang indah. Yah..begitu juga denganku. Banyak kenangan dimasa itu. Senang, sedih, aneh, dan super aneh menghiasi masa SMA ku. Salah satunya adalah yang satu ini.


Jam pelajaran ke-2 akhirnya rampung. Sebenarnya aku tidak begitu memperhatikan pelajaran saat itu. Bukan karena kurang suka pelajarannya melainkan konsentrasiku sedang tertuju pada sebuah komik yang aku pinjam dari taman bacaan sehari sebelumnya. Meski sambil sembunyi-sembunyi tapi aku cukup nyaman membaca komik tersebut. Mungkin itu juga karena aku sudah terbiasa membaca komik di jam pelajaran (maafkan muridmu ini Pak, Buk). Menurutku membaca komik saat jam pelajaran terasa lebih menarik daripada membaca dengan cara biasa. Ada semacam sensasi menegangkan yang aneh dan sulit dijelaskan saat membaca komik di jam pelajaran (halah lebay). Dan itu yang membuat kegiatan tersebut menjadi menarik..haha aneh. :p

Kami kemudian mempersiapkan diri untuk pelajaran selanjutnya. Aku sendiri saat itu sibuk mengatur posisi membaca komik yang aman dari jangkauan guru, maklum..guru untuk pelajaran selanjutny memang agak galak dan menggigit (gak dink..hehe sorry Pak). Namun 15 menit setelah jam pelajaran ke-2 usai, tidak ada sedikitpun tanda-tanda sang guru datang. ''Wah..benar-benar hari keberuntunganku''. Pikirku. Aku jadi leluasa membaca komik. Dan seperti kebanyakan sekolah lainnya, tidak butuh waktu lama untuk membuat suasana kelas yang tadinya tenang menjadi sangat BISING. Sebenarnya tidak masalah sih buatku, tapi menjadi masalah besar buat mereka yang tergolong rajin belajar. Salah satunya adalah teman yang duduk di belakang ku (sekedar pemberitahuan saja, aku duduk di bangku terdepan pojok kiri dekat pintu). Temanku tersebut sempat berkata bahwa akan ada ulangan pada pelajaran jam ke-3 dan 4. Tapi karena sudah 15 menit lebih tidak ada guru bersangkutan yang datang, pasti ini akan menjadi jam kosong. ''Sekali lagi ini hari keberuntunganku''. Pikirku.

Akan tetapi, tak disangka-sangka, tak diterka-terka, tak dinyana-nyana, dan tak dikira-kira, memasuki jam pelajaran ke-4 sang guru datang tak diundang dan pulang tak diantar..(lhoooh..). Meski tidak masuk lewat cendela--yang menurutku pasti akan terlihat lebih keren dari pada lewat pintu biasa--namun cukup membuat semua murid dikelas kaget, terkejut, tertegun, teperangah, dan terkesima ketika melihat Pak Yam masuk tiba-tiba. Hening seketika suasana saat itu. Pak Yam kemudian duduk dan mulai mengisi daftar absen murid. Setelah itu, beliau langsung mengambil spidol dan menulis di papan tulis. Semua murid pun mengerti. Itu tandanya akan segera diadakan ULANGAN.

''TIDAAAAAAAAKKK...!!!'' Teriakku dalam hati.

-Selesai-






Hhee..belum belum. Singkat cerita, kami pun ulangan. Meski ditinggal keluar, kami tidak diperkenankan membuka catatan. Hmm..tapi sekali lagi namanya juga anak sekolah, banyak yang tetap membuka catatan. Tidak begitu denganku (hueee..plok plok plok). Aku selalu berusaha dengan kemampuanku sendiri. Dan hasilnya 2 dari 5 pertanyaan berhasil ku jawab (yes yes yes). Lalu sisanya..emm..juga aku usahakan sih. Tidak dengan menyalin jawaban teman lho, tapi hanya melihat inti jawabannya lalu menguraikan dengan kata kata sendiri..hhehe sama aja ya.

Namun karena terlalu kecil ukuran tulisan teman yang aku contek, maka aku putuskan untuk meminjam lembar jawaban milik temanku tersebut. Dan betapa sialnya aku, saat lagi asyik mencontek eh Pak Yam datang tiba-tiba. Seperti disambar petir dipagi yang cerah (jederr jederr jederr), lembar jawaban langsung aku sembunyikan di bawah meja. Jantungku serasa berdetak 5 kali lebih cepat. Dug Dig Dag Dig Dug Dig Dag Dig Dug..suara jantungku. Lalu badanku seketika jadi dingin. Keringat yang tak kalah dingin juga langsung mengucur deras. Beliau hanya berdiri didepan pintu--yang berarti tepat didepanku--melemparkan pandangan keseluruh ruangan dan berakhir kearahku. Beliau tersenyum. Aku pun membalas senyuman sebisanya. ''sudah..sudah jangan senyum senyum..pergilah..pergilah..pait pait pait pait''. Kataku dalam hati. Entah karena mendengar kata-kataku atau memang sedang sibuk, yang pasti setelah tersenyum beliau langsung keluar lagi.

Huaaahh..leganya saat itu . Kemudian aku segera mengembalikan lembar jawaban tersebut dan mulai menyelesaikan sisa pertanyaan yang belum terjawab dengan usahaku sendiri.

Yah begitulah sedikit kenangan di masa SMA ku. Semoga dapat diambil hikmahnya..itu pun kalau ada.

-sekian-

Read More...
gravatar

Saat Tuhan menciptakan sapi, monyet, anjing, dan manusia

Di awal zaman, Tuhan menciptakan seekor sapi. Tuhan berkata kepada sang sapi,"Hari ini kuciptakan kau! Sebagai sapi engkau harus pergi ke padang rumput. Kau harus bekerja di bawah terik matahari sepanjang hari. Kutetapkan umurmu sekitar 50 tahun."

Sang Sapi keberatan, "Kehidupanku akan sangat berat selama 50 tahun. Kiranya 20 tahun cukuplah buatku. Kukembalikan kepadamu yang 30 tahun."
Maka setujulah Tuhan.

Di hari kedua, Tuhan menciptakan monyet,"Hai monyet, hiburlah manusia. Aku berikan kau umur 20 tahun!"
Sang monyet menjawab "What? Menghibur mereka dan membuat mereka tertawa? 10 tahun cukuplah!. Kukembalikan 10 tahun padamu."
Maka Tuhan pun setuju.


Di hari ketiga, Tuhan menciptakan anjing,"Apa yang harus kau lakukan adalah menjaga pintu rumah majikanmu. Setiap orang mendekat kau harus menggongongnya. Untuk itu kuberikan hidupmu selama 20 tahun!"
Sang anjing menolak,"Menjaga pintu sepanjang hari selama 20 tahun ? No way..! Kukembalikan 10 tahun padamu".
Maka setujulah Tuhan.


Di hari keempat, Tuhan menciptakan manusia. Tuhan berkata,"Tugasmu adalah makan, tidur, dan bersenang-senang. Inilah kehidupan. Kau akan menikmatinya. Akan kuberikan engkau! umur sepanjang 25 tahun!"
Sang manusia keberatan, katanya "Menikmati kehidupan selama 25 tahun? Itu terlalu pendek Tuhan. Let's make a deal. Karena sapi mengembalikan 30 tahun usianya, lalu anjing mengembalikan 10 tahun, dan monyet mengembalikan 10 tahun usianya padamu, berikanlah semuanya itu padaku. Semua itu akan menambah masa hidupku menjadi 75 tahun. Setuju ?"
Maka Tuhan setuju!.



Akibatnya pada 25 tahun pertama kehidupan sebagai manusia dijalankan (kita makan, tidur dan bersenang-senang) 30 tahun berikutnya menjalankan kehidupan layaknya seekor sapi! (kita harus bekerja keras sepanjang hari untuk menopang keluarga kita). 10 tahun kemudian kita menghibur dan membuat cucu kita tertawa dengan berperan sebagai monyet yang menghibur. Dan 10 tahun berikutnya kita tinggal dirumah, duduk didepan pintu, dan menggonggong kepada orang yang lewat ...

:D

Read More...
gravatar

Pahlawan Eteos (4)

Amie terlihat lincah menuruni tangga walaupun ia sedang mengenakan rok panjang, dan diikuti Franky tepat dibelakangnya. Ketika sampai di bawah, mereka bertemu Jonathan yang tampak sangat bersemangat hari itu. Kumis dan jenggot tebalnya hampir menutupi senyum lebar yang ia lemparkan untuk kedua tamunya tersebut.


''Selamat pagi Jo..'' sapa Amie ramah.

''Pagi juga nona Amie..'' balas Jonathan yang dilanjutkan dengan tertawa kencang.

''Oh iya..selamat pagi juga teman asing..hhahaha.. Bagaimana keadaanmu..?'' lanjut Jonathan yang masih sambil tertawa.

Franky yang merasa bahwa yang dimaksud dengan ''teman asing'' oleh pria gemuk botak didepannya itu adalah dirinya menjawab dengan gugup,''eeh..ya. lu..lumayan baik..Pak.''

Mendengar jawaban Franky, Jonathan sontak tertawa keras sekali. Tawanya kini menggelegar di ruangan yang masih sepi itu.

''Kau dengar Amie.. Dia memanggilku Pak..hhahahaha..dia memanggiku Pak''

Sambil tersenyum Amie berkata,''Yah..aku mendengarnya. Emm..dengar Jo, sebenarnya kami masih ingin berlama-lama dengan mu. Tapi sepertinya kami harus segera pergi menemui Tuan Panini. Kau juga tahu kan, Beliau tidak suka menunggu.''

''Oh..tentu..tentu.. Aku tidak akan menahan kalian disini..Hhahaha..''

''Kalau begitu, kami pergi dulu Jo. Sampai jumpa..''kata Amie sambil berjalan menuju pintu keluar.

''Yah..baiklah baiklah. Sampaikan salamku untuk Gusettav.''jawab Jonathan

Franky dan Amie pun keluar dari penginapan itu dan mulai menjelajahi desa. Dari belakang, sayup-sayup masih terdengar suara tawa Jonathan yang membahana sambil sesekali berkata,''Dia memanggil ku Pak..dia memanggilku Pak..hhaha.''

''Dia agak gila ya Amie?'' tanya Franky tiba-tiba.

''Hah..Siapa?''

''Pria gemuk yang kita temui tadi.''

''Jonathan si pemilik penginapan maksudmu. Oh..dia memang begitu orangnya, tapi bisa aku pastikan dia tidak gila.'' jelas Amie

''Hai, Amie..?'' sapa seorang perempuan berambut pirang yang nampak sedang berjalan bersama seorang pria yang juga berambut pirang dari arah yang berlawanan dengan Franky dan Amie.

''Oh hai Griss.'' balas Amie yang dilanjutkan dengan sebuah pelukan kecil kepada perempuan tersebut.

''aku dengar kau sedang berada di Meyrald ?'' tanya Amie

''Ya, kami memang dari sana dan baru tadi malam kami kembali''

''Lalu sepagi ini kalian sudah mau bekerja lagi? Apa kalian tidak lelah?'' tanya Amie

Sambil tersenyum perempuan yang bernama Grissilya itu menjawab,'' Yah, mau bagaimana lagi. Sebenarnya kami bisa pulang dua hari yang lalu tapi berkat kakak jeniusku ini yang secara pintar menjatuhkan generator yang baru saja aku perbaiki, kami jadi pulang terlambat.''

''Aku kan sudah bilang tidak sengaja Griss.'' kata pria yang sedari tadi berdiri disamping Grissilya. Mukanya tampak pucat dihiasi bintik bintik jerawat yang cukup banyak dikedua pipi. Rambut pirangnya yang sering jatuh menutupi mata membuat salah satu tangannya sibuk menyibak agar dapat melihat dengan jelas. Sedangkan tangan lainnya sibuk menenteng sebuah karung yang lumayan besar dan sepertinya juga lumayan berat.

''Yah, tapi alasan tentang kupu-kupu yang menghalangi pandanganmu sehingga kamu tersandung itu sangat tidak masuk akal Criss.'' Sahut Grissilya geram.

''Tapi itu memang benar kok.'' jawab pria berjerawat tersebut tak mau kalah.

Sebelum pertengkaran antara kakak beradik itu semakin sengit, Amie segera menengahinya,''Hei..hei, sudahlah. Oh iya..perkenalkan, ini Frank Hegarty, putra dari tuan William.''

''Putra tuan Will ?'' ulang kedua saudara itu hampir bersamaan.

''Yah..'' jawab Franky sambil mengangguk dan tersenyum ramah.

Read More...
gravatar

Pahlawan Eteos (3)

Dinginnya pagi itu agaknya tak begitu dirasakan Franky yang kini sedang duduk melamun diatas tempat tidurnya. Ia terus saja memandangi kaca cendela di depannya dengan tatapan sayu. Sebenarnya hampir tak ada yang menarik dari jendela tersebut selain ukir ukiran pada kayu pembingkai kaca jendela yang memang terlihat unik, terutama pada bagian bawah. Ukiran yang menggambarkan beberapa anak kecil sedang berlarian mengejar seekor kucing menghiasi sisi bawah jendela penginapan tersebut. Bahkan jika diperhatikan lebih jauh, ukiran serupa juga menghiasi hampir seluruh perabotan di kamar itu. Di pintu, di lemari, di meja, hingga di tempat gantungan topi dan mantel. Namun mata Franky tidak benar benar memperhatikan jendela atau ukir ukiran unik tersebut. Pikirannya sibuk menerka nerka apa arti dari mimpinya tadi pagi.


''Teh hangat, Franky?'' tawar Amie membuyarkan lamunan Franky sambil menyodorkan secangkir minuman berwarna biru muda.

''Apa ini?''

''Minumlah...! ini teh asli dari kampung kami, namanya teh Phidelya. Teh ini akan menyegarkan badanmu. Konon dulu Ratu Swazlyra menyuruh para kesatrianya untuk meminum teh ini setiap kali sebelum pergi berperang..yah..mungkin inilah salah satu sebabnya mengapa mereka selalu memenangkan peperangan''

Dengan lesu Franky mulai meneguk minuman yang disodorkan Amie. Pahit namun segar dimulut, setidakny begitulah yang dirasakan pemuda itu ketika meminumnya. Dan benar saja, entah mengapa Franky secara ajaib merasakan badannya menjadi lebih bersemangat, fikirannya menjadi segar dan jauh lebih tenang.

''kau pasti mimpi buruk tentang orang tuamu lagi ya?'' tanya Amie tiba-tiba

''lagi..?''

''iya..setiap menjelang pagi, kamu selalu berteriak histeris seperti tadi pagi..''

''bukannya baru kemarin, kita tiba ditempat ini?'' tanya Franky yang tampak kebingungan

''kamu itu sudah tiga hari tidak sadarkan diri.'' jelas Amie yang diakhiri dengan sebuah senyuman kecil

''hah..selama itu kah??''

''ya..tapi itu wajar, bagi mereka yang baru pertama kali merasakan sensasi gerbang Kingswood. Oh iya..ayo..aku ajak kau berkeliling desa. Nanti aku tunjukkan rumah ayahmu.''

''Yah..baiklah. Tapi jangan lupa..kau berhutang beberapa penjelasan padaku Amie'' kata Franky mengingatkan dan segera bergegas mengejar Amie yang sudah berada diluar kamar.

Penginapan yang ditempati Franky sebenarnya tidaklah terlalu besar dan mewah. Bahkan kesan pertama yang didapat ketika masuk dipenginapan itu adalah tua dan berdebu. Sarang laba-laba disetiap sudut langit langit ruangan serta debu yang menumpuk rata dilantai semakin memperjelas bahwa si pemilik penginapan jarang sekali membersihkannya. Namun semuanya menjadi wajar mengingat Jonathan Brown--si pemilik penginapan--hanya sendirian mengelola penginapan tua itu. Istri dan anaknya meninggal dalam kecelakaan misterius lima belas tahun yang lalu. Saat itu menjadi penyesalan terbesar dalam hidupnya karena lebih memilih untuk menutup penginapan sementara waktu dan mengajak istri serta anaknya bertamasya bersama ke danau Dwiff yang terletak dibelakang desa. Ia tidak mengira bahwa hari itu akan menjadi hari naas bagi diri dan keluarganya. Tak ada yang mengetahui secara pasti tragedi tersebut terjadi, Jonathan sendiri tidak ingat -- atau mungkin tidak ingin mengingat lebih tepatnya -- apa yang terjadi saat itu. Kehilangan kaki kiri, istri tercinta, dan anak tersayangnya cukup membuat pria yang biasa dipanggil ''Jo'' tersebut mengalami frustasi berat selama beberapa bulan. Akan tetapi kini keadaan Jonathan sudah jauh lebih baik dari saat itu. Ia lebih suka bercanda, tertawa dan bahkan membuat lelucon (meski bisa dibilang leluconnya sangat sangatlah garing). Ia menikmati sisa hidupnya kini dengan berusaha untuk selalu gembira dan tertawa. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa ia masih menyimpan kesedihan yang mendalam, karena semua itu dapat terlihat dari matanya.

Read More...
gravatar

Harry Potter and the Deathly Hallows Part 1 Trailer

Read More...
gravatar

Sheila On 7 ~ Hari Bersamanya




Lirik :

Hari telah terganti
Tak bisa ku hindari
Tibalah saat ini bertemu dengannya

Jantungku berdegup cepat
Kaki bergetar hebat
Akankah aku ulangi merusak harinya

[*]
Mohon Tuhan
Untuk kali ini saja
Beri aku kekuatan
‘tuk menatap matanya

[**]
Mohon Tuhan
Untuk kali ini saja
Lancarkanlah hariku
Hariku bersamanya
Hariku bersamanya

Kau tahu betapa aku
Lemah dihadapannya
Kau tahu berapa lama
Aku mendambakannya

Back to [*][**]
Tuhan tolonglah (beri kesempatan)
Tuhan tolonglah (beri kesempatan)

Back to [*][**]
Hariku bersamanya
Hari bersamanya
Hari bersamanya
Hari bersamanya
Hari bersamanya
Hari bersamanya
Hari bersamanya
http://akhza.com/liriklagu
Tuhan tolonglah
Hari bersamanya
Tuhan tolonglah
Hari bersamanya


lagunya dapat didownload disini

Read More...
gravatar

Pahlawan Eteos (2)

''Aku...bersumpah...demi nama Merra, aku...akan membunuhmu...Corffin..'' kata William kepada pria berjubah hitam yang semakin mendekatinya. Bicaranya terdengar sangat kepayahan, nafasnya pun tersengal-sengal. Mungkin itu akibat luka di mata kiri dan sekujur tubuhnya yang terus saja mengeluarkan darah.


''apa? Kau mau membunuh seorang Digranithus Corffin? Bahkan manusia jenius sepertimu masih terlalu cepat seribu tahun untuk membunuhku, Will..'' kata Corffin - pria berjubah hitam - dengan nada congkaknya yang kemudian diakhiri dengan menyeringai puas.

William tidak menjawab. Matanya terus menatap Corffin dengan tatapan kemarahan. Sedangkan tangan kirinya yang merupakan satu-satunya anggota badan yang masih dapat bergerak, terus berusaha untuk menekan luka di dada kanannya yang memang cukup parah.

''kau tau Will? Seharusnya bukan akhir seperti ini yang aku harapkan..'' kata Corffin yang kini telah berada tepat didepan William.

''Jika saja waktu itu kau terima tawaranku...pasti istrimu tidak akan berakhir seperti ini..'' lanjut Corffin dengan nada sedih yang dibuat-buat sambil mengacungkan tangannya kearah dimana ia berdiri tadi.

Franky yang mendengar dari kejauhan kemudian mengalihkan pandangannya ke arah tersebut. Ditempat itu terbujur lemah sesosok tubuh perempuan berlumuran darah. Hati Franky mencelos, tidak pernah sedikit pun terbersit dalam pikiran pemuda itu bahwa akan bertemu ibunya seperti ini. Rasa sedih yang teramat besar bercampur kemarahan hebat membuat mulut Franky bergetar, dan air matanya pun tidak dapat tertahankan lagi. Kemudian secara ajaib Franky perlahan lahan bangkit. Namun agaknya ia terlambat. Corffin kini telah mengacungkan tangan kanannya kearah William, ayah Franky. Dari telapak tangan itu muncul perlahan cahaya merah.

''Inilah akhir hidup sang jenius William Hegarty..'' gumam Corffin

''TIIIIDDDAAAAAKKK......!!!'' teriak Franky setelah mendengar ucapan Corffin tersebut.

Sesaat Corffin tampak menoleh kearah Franky. Mata keduanya saling bertemu. Dan bersamaan dengan itu, seluruh tubuh Franky terasa sangat sakit. Dingin dan Perih. Pemuda itu hanya bisa berteriak. Ketika rasa sakit itu tak tertahankan lagi, Franky perlahan kehilangan kesadarannya.

Kini yang tersisa hanyalah kegelapan. Kegelapan yang sunyi. Namun kemudian sebuah cahaya terang muncul dari atas dan semakin mendekati Franky. Dibalik cahaya itu terdengar suara merdu memanggil namanya. Pemuda itu pun berlari dan masuk ke dalam cahaya tersebut.

Lalu...

''Franky..Franky..sadarlah..Franky'' teriak Amie.

Franky tiba-tiba terperanjat dari tempat tidurnya. Seluruh badannya dibasahi keringat. Nafasnya terengah-engah.

''kau baik-baik saja kan?'' tanya Amie lirih yang duduk disamping tempat tidur.

''hah..akh..iya.. Aku baik-baik saja. Aku hanya bermimpi tadi. Mimpi buruk...'' jawab Franky tak kalah lirihnya.

***

Read More...
gravatar

Pahlawan Eteos (1)

Awan gelap menutup dengan sempurna langit jingga sore itu. Di sebuah tanah lapang, seorang pemuda dengan rambut peraknya terlihat berjalan pelan. Bau anyir darah segar dari jutaan makhluk yang terbujur kaku menutpi tanah lapang itu memang sedikit mengganggunya. Pemuda itu kemudian berhenti, melemparkan pandangannya kesegala arah. Dan yang terlihat tidak ada yang lain kecuali tubuh-tubuh tak utuh berserakan secara mengenaskan disekelilingnya. Kemungkinan beberapa waktu yang lalu telah terjadi peperangan. Sebuah perang besar yang telah membuat jutaan tubuh kekar tergeletak tak berdaya di tanah yang dingin itu. Lalu semuanya menjadi sunyi. Sangat sunyi. Suara desiran angin lembut pun dapat terdengar sangat jelas ditelinga Franky. Pemuda itu kemudian terdiam, terlihat sedang berpikir. Apa kira-kira yang menyebabkan perang ini. Namun tiba-tiba terdengar suara orang yang sedang tertawa. Hati Franky mencelos mendengarnya. Butuh waktu cukup lama untuk memastikan suara itu bukanlah suara arwah dari tubuh-tubuh disekelilingnya. Setelah mengetahui suara itu berasal dari balik bukit didepannya, tanpa pikir panjang Fanky segera berjalan menuju asal suara. Tidak mudah ternyata untuk mencapai puncak bukit dengan kondisi ribuan mayat tergeletak dimana-mana. Sesekali Franky harus menyingkirkan beberapa tubuh untuk membuka jalan. Ketika sampai dipuncak bukit, suara itu menjadi terdengar lebih jelas. Dan lebih mengerikan.


Seorang pria paruh baya dengan jubah hitam terlihat sedang berdiri-membelakangi Franky-dengan kokohnya. Ia terus saja tertawa terkekeh-kekeh sambil menyeringai kejam. Mata merah darahnya seolah telah menceritakan seberapa kejam dia. Sedangkan rambut hitam legam yang terurai panjang menutupi punggung semakin mempertegas kesan yang dimiliki pria itu. Franky yang secara diam-diam memperhatikan pria tersebut dari atas bukit entah kenapa semakin merasa dingin. Hawa dingin yang tidak biasa. Dan cukup membuat seluruh tubuh Franky gemetar ketakutan. Rasa takut itu menyeruak begitu saja bersamaan dengan datangnya hawa dingin tersebut.

''mungkinkah ini aura dari pria itu..?'' tanya Franky dalam hati.

Beberapa saat kemudian pria itu terdiam. Ia lalu menolehkan kepalanya ke kanan, atau tepatnya ke arah seorang pria yang penuh luka disekujur tubuhnya. Pria yang salah satu matanya tampak luka parah itu terasa sangat tidak asing bagi Franky. Jika kumis dan jenggot yang menutupi bagian bawah muka pria itu tidak ada, ia sangat mirip dengan ayah Franky. Dan betapa terkejutnya pemuda itu ketika menyadari bahwa pria tak berdaya yang penuh dengan luka adalah benar-benar ayahnya, Wiliam Hegarty.

Franky tak menyangka akan bertemu ayahnya dalam kondisi seperti itu. Meski rasa kebencian terhadap ayahnya masih ada namun tetap saja saat melihat kondisi ayahnya, Franky tidak tega. Pemuda itu kemudian berusaha bangkit untuk segera menolong ayahnya karena ia melihat pria berjubah hitam yang sedari tadi tertawa mulai berjalan mendekati ayah Franky dengan tatapan membunuh.

Tetapi semua usaha Franky sia-sia. Seberapa pun inginnya pemuda itu untuk bangkit, badannya tidak mau menurut. Kedua kakinya tiba-tiba terasa lemas. Sangat lemas. Sehingga mau tidak mau Franky hanya dapat melihat dan mendengarkan.
***

Read More...
gravatar

Ucapan selamat dan permintaan maaf di hari raya

Apa kabar semua ?
Baik kan..
sebelumnya gw ucapin MINAL AIDIN WAL FA'IDZIN..MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN..buat semua pengunjung blog gw..^^


masih seputar hari raya Idul fitri, seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa hari raya ini sangat erat kaitannya dengan ketupat, opor, tradisi sungkeman dan ucapan maaf. Tapi posting kali ini gw gak akan membahas tentang ketupat ataupun opor (karna memang blog gw bkn blog yang berisi tentang cara-cara memasak berbagai makanan..). Gw juga gak membahas tentang tradisi sungkeman, apalagi sungkeman di keluarga gw..hmm gak deh..ntar malah jadi mengharu biru gimana gitu..(halah)
kali ini gw mau membahas tentang ucapan maaf di hari lebaran..(jreng jreng jreng).

Di zaman sekarang ini mungkin kita sudah jarang melihat ucapan selamat idul fitri dan permintaan maaf dalam bentuk kartu, karena pada dasarnya orang-orang kini lebih memilih menggunakan fasilitas SMS yang lebih murah. Pada lebaran kemarin gw dapat cukup banyak ucapan maaf dalam bentuk sms. Dan saat gw liat lagi ternyata ucapan-ucapan tersebut bervariasi meski pada intinya sama. Berikut ini gw tampilin beberapa ucapan selamat idul fitri dan permintaan maaf yang gw anggep cukup menarik..

''There is a time 4 everything, 2 start,2 finish,2 tears,2 smile,2 forget& 2 forgive i just wanna say met idul fitri 1431 H mhon maaf lhir btin..''


''the holy and beautiful Syawal will come soon . . .
there is no word proper to welcome it . . .
except the word of pray and forgiveness . . .
my Majesty if you forgive all my fault and hope your worship accepted by Allah .
The God of Merciful and the Beneficent
*SELAMAT IDUL FITRI*
"MinAL aIzIn waL fAIzin"
mohon maav lahir dan batin .''


''sayup terdngr takbir berkumandang.. .tanda Ramadhan tlh lewat.. .ampunan dihrap, barokah didapat..
.bila lisan dan sikap yg tk terjaga..
.bila ada lngkah membekas lara..
.ada kata merangkai dusta.
.ada tingkah menoreh luka.
.MATA kdang slah melht.
.MULUT kdng slah mengucap.
.HATI kdng slah menduga.
.RAMADHAN membasuh hati yg t.rjelaga.
.saatnya m.raih rahmat dn ampunan-Nya.
_mInal aidin wal faidzin Taqabalallahu minnaa wa minkum_''


''Danjiki omedetou gozaimasu 1431 H. Kokoro no naka ni 'Ayamari ga attara moushiwake arimasen' hanashite to omoimasu..''


''As roma lambange srigolo
AREMA lambange SINGO
lek aq duwe duso
rek sepurane yo..
(As roma lambangnya serigala
Arema lambangnya singa
Kalau gw punya dosa
Sobat maafin ya)''


''Mniti hr dlm kmpuln wkt.
Mjlani dtik mraih rdhoNya.
Brjwg mngbaikn stiap klelahn.
Dan kni spaan tkbr mggema d alm smsta.
med idul v3 1431H, Mnl aidzin Walfaidzin, mhn mf lhr&btin"


''Jika asam dosa diberi indikator tobat
&dititar dg mf yg b'sfat basa
ddpt ti2k ekuivalen impas pd pH netral
kmudian t'bntuk garam yg mdh larut dlm khangatn..
Mhn mf lhr&btin''


''Säàt ùÇàp méñjlma khläf. sàat cñdä brüjùñg duka, sàat prsàñgka brubh dsa. mfkañ smua kheklfan mski tngn tk smpt bjbat, q ucpkn minalAidziñWàlf'idziñ..mhn mf lhr ñ btn.''


 ''
( )       ,c,  1431H
i:i        ( )
i:i   _..:!ii!:.._
i:i.:i!!:..:"":..:!!i:.
SLmt 'IDUL FITRI'
mHn mAF LhiR & bTin.Smga qTa kMbLi fiTri/sUci aMIen.''

Hmm..cukup segitu dulu aja deh..smoga posting gw kali ini dapat bermanfaat bagi semuanya..
^^

Read More...
gravatar

Kisah Hachiko


Lahir 10 November 1923 dari induk bernama Goma-go dan anjing jantan bernama Ōshinai-go, namanya sewaktu kecil adalah Hachi. Pemiliknya adalah keluarga Giichi Saitō dari kota Ōdate, Prefektur Akita. Lewat seorang perantara, Hachi dipungut oleh keluarga Ueno yang ingin memelihara anjing jenis Akita Inu. Ia dimasukkan ke dalam anyaman jerami tempat beras sebelum diangkut dengan kereta api yang berangkat dari Stasiun Ōdate, 14 Januari 1924. Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 jam, Hachi sampai di Stasiun Ueno, Tokyo.

Hachi menjadi anjing peliharaan Profesor Hidesaburō Ueno yang mengajar ilmu pertanian di Universitas Kekaisaran Tokyo. Profesor Ueno waktu itu berusia 53 tahun, sedangkan istrinya, Yae berusia 39 tahun. Profesor Ueno adalah pecinta anjing. Sebelum memelihara Hachi, Profesor Ueno pernah beberapa kali memelihara anjing Akita Inu, namun semuanya tidak berumur panjang. Di rumah keluarga Ueno yang berdekatan dengan Stasiun Shibuya, Hachi dipelihara bersama dua ekor anjing lain, S dan John. Sekarang, lokasi bekas rumah keluarga Ueno diperkirakan di dekat gedung Tokyo Department Store sekarang.

Ketika Profesor Ueno berangkat bekerja, Hachi selalu mengantar kepergian majikannya di pintu rumah atau dari depan pintu gerbang. Di pagi hari, bersama S dan John, Hachi kadang-kadang mengantar majikannya hingga ke Stasiun Shibuya. Di petang hari, Hachi kembali datang ke stasiun untuk menjemput.

Pada 21 Mei 1925, seusai mengikuti rapat di kampus, Profesor Ueno mendadak meninggal dunia. Hachi terus menunggui majikannya yang tak kunjung pulang, dan tidak mau makan selama 3 hari. Menjelang hari pemakaman Profesor Ueno, upacara tsuya (jaga malam untuk orang meninggal) dilangsungkan pada malam hari 25 Mei 1925. Hachi masih tidak mengerti Profesor Ueno sudah meninggal. Ditemani John dan S, ia pergi juga ke stasiun untuk menjemput majikannya.

Nasib malang ikut menimpa Hachi karena Yae harus meninggalkan rumah almarhum Profesor Ueno. Yae ternyata tidak pernah dinikahi secara resmi. Hachi dan John dititipkan kepada salah seorang kerabat Yae yang memiliki toko kimono di kawasan Nihonbashi. Namun cara Hachi meloncat-loncat menyambut kedatangan pembeli ternyata tidak disukai. Ia kembali dititipkan di rumah seorang kerabat Yae di Asakusa. Kali ini, kehadiran Hachi menimbulkan pertengkaran antara pemiliknya dan tetangga di Asakusa. Akibatnya, Hachi dititipkan ke rumah putri angkat Profesor Ueno di Setayaga. Namun Hachi suka bermain di ladang dan merusak tanaman sayur-sayuran.

Pada musim gugur 1927, Hachi dititipkan di rumah Kikusaburo Kobayashi yang menjadi tukang kebun bagi keluarga Ueno. Rumah keluarga Kobayashi terletak di kawasan Tomigaya yang berdekatan dengan Stasiun Shibuya. Setiap harinya, sekitar jam-jam kepulangan Profesor Ueno, Hachi terlihat menunggu kepulangan majikan di Stasiun Shibuya.

Pada tahun 1932, kisah Hachi menunggu majikan di stasiun mengundang perhatian Hirokichi Saitō dari Asosiasi Pelestarian Anjing Jepang. Prihatin atas perlakuan kasar yang sering dialami Hachi di stasiun, Saitō menulis kisah sedih tentang Hachi. Artikel tersebut dikirimkannya ke harian Tokyo Asahi Shimbun, dan dimuat dengan judul Itoshiya rōken monogatari ("Kisah Anjing Tua yang Tercinta"). Publik Jepang akhirnya mengetahui tentang kesetiaan Hachi yang terus menunggu kepulangan majikan. Setelah Hachi menjadi terkenal, pegawai stasiun, pedagang, dan orang-orang di sekitar Stasiun Shibuya mulai menyayanginya. Sejak itu pula, akhiran kō (sayang) ditambahkan di belakang nama Hachi, dan orang memanggilnya Hachikō.

Sekitar tahun 1933, kenalan Saitō, seorang pematung bernama Teru Andō tersentuh dengan kisah Hachikō. Andō ingin membuat patung Hachikō. Setiap hari, Hachikō dibawa berkunjung ke studio milik Andō untuk berpose sebagai model. Andō berusaha mendahului laki-laki berumur yang mengaku sebagai orang yang dititipi Hachikō. Orang tersebut menjual kartu pos bergambar Hachikō untuk keuntungan pribadi. Pada bulan Januari 1934, Andō selesai menulis proposal untuk mendirikan patung Hachikō, dan proyek pengumpulan dana dimulai. Acara pengumpulan dana diadakan di Gedung Pemuda Jepang (Nihon Seinenkan), 10 Maret 1934. Sekitar tiga ribu penonton hadir untuk melihat Hachikō.

Patung perunggu Hachikō akhirnya selesai dan diletakkan di depan Stasiun Shibuya. Upacara peresmian diadakan pada bulan April 1934, dan disaksikan sendiri oleh Hachikō bersama sekitar 300 hadirin. Andō juga membuat patung lain Hachikō yang sedang bertiarap. Setelah selesai pada 10 Mei 1934, patung tersebut dihadiahkannya kepada Kaisar Hirohito dan Permaisuri Kōjun.

Selepas pukul 06.00 pagi, tanggal 8 Maret 1935, Hachikō, 13 tahun, ditemukan sudah tidak bernyawa di jalan dekat Jembatan Inari, Sungai Shibuya. Tempat tersebut berada di sisi lain Stasiun Shibuya. Hachikō biasanya tidak pernah pergi ke sana. Berdasarkan otopsi diketahui penyebab kematiannya adalah filariasis.

Upacara perpisahan dengan Hachikō dihadiri orang banyak di Stasiun Shibuya, termasuk janda almarhum Profesor Ueno, pasangan suami istri tukang kebun Kobayashi, dan penduduk setempat. Biksu dari Myōyū-ji diundang untuk membacakan sutra. Upacara pemakaman Hachikō berlangsung seperti layaknya upacara pemakaman manusia. Hachikō dimakamkan di samping makam Profesor Ueno di Pemakaman Aoyama. Bagian luar tubuh Hachikō diopset, dan hingga kini dipamerkan di Museum Nasional Ilmu Pengetahuan, Ueno, Tokyo.

Pada 8 Juli 1935, patung Hachikō didirikan di kota kelahiran Hachikō di Ōdate. tepatnya di depan Stasiun Ōdate. Patung tersebut dibuat serupa dengan patung Hachikō di Shibuya. Dua tahun berikutnya (1937), kisah Hachikō dimasukkan ke dalam buku pendidikan moral untuk murid kelas 2 sekolah rakyat di Jepang. Judulnya adalah On o wasureruna (Balas Budi Jangan Dilupakan).

Pada tahun 1944, di tengah berkecamuknya Perang Dunia II, patung perunggu Hachikō ikut dilebur untuk keperluan perang. Patung pengganti yang sekarang berada di Shibuya adalah patung yang selesai dibuat bulan Agustus 1948. Patung tersebut merupakan karya pematung Takeshi Andō, anak laki-laki Teru Andō.

Pintu keluar Stasiun JR Shibuya yang berdekatan dengan patung Hachikō disebut Pintu Keluar Hachikō. Sewaktu didirikan kembali tahun 1948, patung Hachikō diletakkan di bagian tengah halaman stasiun menghadap ke utara. Namun setelah dilakukan proyek perluasan halaman stasiun pada bulan Mei 1989, patung Hachikō dipindah ke tempatnya yang sekarang dan menghadap ke timur.

Read More...

Cuap-cuap

Entri Populer

The Republic of Indonesian Blogger | Garuda di Dadaku