Tampilkan postingan dengan label biografi tokoh. Tampilkan semua postingan

gravatar

C.N.BLUE (Code Name Blue)

Code Name Blue atau yang biasa dikenal dengan nama CN Blue adalah nama sebuah band indie rock dari Korea Selatan yang memulai debut perdananya pada 19 Agustus 2009 lalu di Jepang. Ketika itu mereka membawakan lagu di mini-album pertama mereka "Now or Never". Sebelumnya memang jika menyebut grup musik dari Korea pasti yang pertama kali terbayang dipikiran adalah sekumpulan pria tampan nan imut atau para wanita cantik yang barnyanyi sambil menari diatas panggung tanpa memainkan alat musik. Yah benar, boyband dan girlband memang sangat mendominasi dunia permusikan di negara gingseng tersebut. Sebut saja Shinee, bigbang, DBSK, ss501, wondergirl, SNSD, dll yang telah malang melintang hingga dunia musik internasional. Namun grup musik CN Blue hadir dengan warna yang berbeda. Ditengah seretnya perkembangan band di Korea, CN Blue muncul sebagai sebuah gebrakan baru di industri permusikan Korea.


Band yang mengusung warna musik rock dan pop ini pada awalnya beranggotakan 4 personil yaitu, Jung Yong Hwa (vokalis utama, gitaris dan rapper), Lee Jong Hyun (vokalis kedua dan gitaris), Kwon Kwang Jin (backing vokal dan basis), dan Kang Min Hyuk (backing vokal dan drumer). Namun kemudian Kwon Kwang Jin keluar dan digantikan Lee Jung Shin (backing vokal, rapper dan basis). Diawal karirnya sebelum mereka melakukan debut pertama, Jung Yong Hwa cs malakukan perjalanan ke Jepang dan berkelana di negri sakura tersebut selama 2 tahun untuk mengembangkan kemampuan bermusik dan aksi panggung. Namun tak semudah yang diduga, mengingat mereka hanya menguasai sedikit bahasa jepang serta tak adanya dukungan sponsor membuat pengelanaan itu menjadi sangat berat. “Ada kejadian di mana sama sekali tak ada orang yang menonton penampilan kami. Mereka bahkan tidak melirik kami dan hanya lewat,” aku mereka. “Tapi perlahan-lahan penampilan kami mulai menarik perhatian penonton satu per satu”.

Namun mereka tidak menyerah, sembari mengarungi manis pahitnya kehidupan sebagai grup musik indie, keempat personel CN Blue yang telah 3 tahun hidup bersama tersebut semakin memupuk kekompakan. Mereka bahkan punya julukan untuk masing-masing personel yaitu, Jung Yong Hwa si Bangsawan muda, Kang Min Hyuk si Pelajar baik, Lee Jong Hyun si Pemuda Busan yang sering tersasar (hyaaah ada yang buta arah juga ternyata..hhehe), dan Lee Jung Shin si Jangkung. Dan pada pertengahan bulan Juni 2009, CN Blue melakukan perform di jalan-jalan dan klub-klub di Jepang sebagai band indie. Kemudian tanggal 19 Agustus 2009, secara resmi CN Blue memulai debut perdana mereka dengan Now or Never yang sepenuhnya direkam dalam bahasa inggris. Pada bulan November 2009, mini-album kedua CN Blue yang berjudul Voice dirilis. Kedua mini-album tersebut dirilis di Jepang dan melahirkan lagu-lagu hit seperti “Let’s Go Crazy”, “Never Too Late”, “Tearsdrop in the Rain”, “Just Please”, dan “Love Revolution”.

Setelah itu, CN Blue memulai debutnya di Korea. Pada tanggal 14 Januari 2010, mini-album pertama di Korea dirilis dengan judul Bluetory yang memuat 3 lagu lama yaitu, "Love Revolution", "Y, Why", dan "Now Or Never" serta 2 lagu baru yaitu, "I'm a Loner" dan "I Will.. Forget You" yang liriknya dalam bahasa Korea. Lagu "I'm a Loner" mendapat sambutan yang sangat baik di Korea, dibuktikan dengan duduknya lagu tersebut di puncak berbagai tangga nada hanya dalam waktu 2 minggu.

Kepopularitasan CN Blue semakin meningkat setelah sang vokalis utama, Jung Yong Hwa bermain di serial drama Korea yang berjudul Yiu're Beautiful bersama Jang Geun Seok, Lee Hong Ki, dan Park Shin Hye. Tercatat fans resmi CN Blue setelah penampilan Yong Hwa diserial "You're Beautiful" dan 2 penampilan musik mereka di Music Core dan Music Inkigayo berjumlah lebih dari 13 ribu orang. Hal tersebut membuat CN Blue mendapat predikat sebagai band indie yang penampilannya paling ditunggu-tunggu di setiap acara music.

Di bulan Maret 2010 album full pertama CN Blue dirilis di Jepang dengan judul ThankU. Berisi 12 lagu yang langsung menjadi hits dibeberapa acara musik. Setelah sukses dengan album pertamanya tersebut CN Blue kembali merilis mini-album yang mereka beri judul Bluelove pada 19 May 2010 dengan 5 lagu baru dan 1 lagu lama. Belum berakhir disitu, pada tanggal 23 Juni 2010 C.N. Blue mengeluarkan single pertama mereka yang berjudul The Way dan berisi 3 lagu. Tanggal 16 September 2010 mereka merilis single kedua dengan judul I Don't Know Why yang berisi 2 lagu. Dan terakhir, single ketiga mereka yang berjudul RE-MAINTENANCE dan berisi 3 lagu dirilis di tanggal 9 Januari 2011 kemarin. Lalu dibulan Februari tahun ini, rencananya CN Blue akan merilis album resmi kedua mereka..hmm kita tunggu saja..

PROFIL PERSONEL C.N.BLUE

1. YONG HWA 
Full Name: Jung Yong Hwa (정용화) (ジョン・ヨンファ, 鄭容和) 
Date of Birth: June 22, 1989 (1989-06-22) (age 21) 
Position: Leader, Main Vocalist, Rapper, Guitarist














2. JUNG HYUN 
Full Name: Lee Jong Hyun (이종현) (イ・ジョンヒョン, 李宗泫) 
Date of Birth: May 15, 1990 (1990-05-15) (age 20) 
Position: Lead Vocalist, Guitarist










3. MIN HYUK 
Full Name: Kang Min Hyuk (강민혁) (カン・ミンヒョク, 姜敏赫) 
Date of Birth: June 28, 1991 (1991-06-28) (age 19) 
Position: Backing Vocalist, Drummer












4. JUNG SHIN 

Full Name: Lee Jung Shin (이정신) (イ・ジョンシン, 李正信) 
Date of Birth: September 15, 1991 (1991-09-15) (age 19) 
Position: Backing Vocalist, Rapper, Bassist















MANTAN PERSONIL

Kwon Kwang Jin (권광진) - Bassist, Backing Vocalist (2009)














DAFTAR LAGU C.N. BLUE:
Album : Now or never

Album : Voice

Album : Bluetory

Album : ThankU

Album : Bluelove

Single : The way

Single : I don't know why

Single : Re-maintenance

Video klip dapat dilihat disini

oke brad and sist, see u next time.. :)

wikipediaC.N BLUE (Korea)C.N BLUE (Jepang), 4shared

Read More...
gravatar

Thomas Alva Edison

Thomas Alva Edison adalah penemu dari Amerika dan merupakan satu dari penemu terbesar sepanjang sejarah. Edison lahir di Milan, Ohio, Amerika Serikat pada tanggal 11 Februari 1847. Ia anak bungsu dari tujuh bersaudara, buah perkawinan dari Samuel Ogden, keturunan Belanda dengan Nancy Elliot. Di masa sekolahnya, Edison kecil selalu mendapat nilai yang buruk. Oleh karena itu 3 bulan setelah Edison bersekolah, ibunya memberhentikannya dari sekolah. Ibu Edison yang pernah menjadi guru kemudian mengajar anaknya sendiri di rumah mulai dari belajar membaca, menulis dan berhitung. Ternyata anak ini dengan cepat menyerap apa yang diajarkan ibunya.


Di rumah  Edison kecil dengan leluasa dapat membaca buku-buku ilmiah dewasa dan mulai mengadakan berbagai percobaan ilmiah sendiri. Di usianya yang ke-12 ia mulai bekerja sebagai penjual koran, buah-buahan dan gula-gula di kereta api karena memahami kondisi ekonomi orangtuanya kala itu. Hebatnya, saat berjualan ia gemar pula melakukan berbagai eksprimen. Bahkan sempat menerbitkan koran Weekly Herald. Suatu ketika, saat bereksprimen, sebuah gerbong hampir terbakar karena cairan kimia tumpah. Kondektur amat marah dan menamparnya hingga pendengarannya rusak.

Kemudian ia menjadi operator telegraf, Ia pindah dari satu kota ke kota lain. Saat berada di New York, ia diminta untuk menjadi kepala mesin telegraf yang penting. Mesin-mesin itu mengirimkan berita bisnis ke seluruh perusahaan terkemuka di New York.

Pada tahun 1870 ia menemukan mesin telegraf yang lebih baik. Mesin-mesinnya dapat mencetak pesan-pesan di atas pita kertas yang panjang. Uang yang dihasilkan dari penemuannya itu cukup untuk mendirikan perusahaan sendiri. Pada tahun 1874 ia pindah ke Menlo Park, New Jersey. Disana ia membuat sebuah bengkel ilmiah yang besar dan yang pertama di dunia. Dari tempat itu juga lah Edison mendapat julukan penyihir Menlo Park.

Setelah itu ia banyak melakukan penemuan-penemuan yang penting. Pada tahun 1877 ia menemukan Gramofon. Di tahun 1879 ia berhasil menemukan lampu listrik. Kemudian ia juga menemukan proyektor untuk film-film kecil. Tahun 1882 ia memasang lampu-lampu listrik di jalan-jalan dan rumah-rumah sejauh satu kilometer di kota New York. Hal ini adalah pertama kalinya di dunia, lampu listrik di pakai di jalan-jalan. Pada tahun 1890, ia mendirikan perusahaan General Electric.

Edison dipandang sebagai salah seorang pencipta paling produktif pada masanya. Selama karirnya, Thomas Alva Edison telah mempatentkan sekitar 1.093 hasil penemuannya, termasuk bola lampu listrik, gramofon, dan kamera film. Namun sejarah ilmu pengetahuan mencatat, Edison sebenarnya menemukan 3000 penemuan selama hidupnya. Ia bahkan pernah menemukan 400 macam penemuan dalam masa 13 bulan.

Pada tahun 1928 ia menerima penghargaan berupa sebuah medali khusus dari Kongres Amerika Serikat. Edison meninggal di West Orange, New York, pada tanggal 18 Oktober 1931 pada usia 84 tahun tepat di hari ulang tahun penemuannya yang terkenal, bola lampu modern.

Read More...
gravatar

Kisah Hachiko


Lahir 10 November 1923 dari induk bernama Goma-go dan anjing jantan bernama Ōshinai-go, namanya sewaktu kecil adalah Hachi. Pemiliknya adalah keluarga Giichi Saitō dari kota Ōdate, Prefektur Akita. Lewat seorang perantara, Hachi dipungut oleh keluarga Ueno yang ingin memelihara anjing jenis Akita Inu. Ia dimasukkan ke dalam anyaman jerami tempat beras sebelum diangkut dengan kereta api yang berangkat dari Stasiun Ōdate, 14 Januari 1924. Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 jam, Hachi sampai di Stasiun Ueno, Tokyo.

Hachi menjadi anjing peliharaan Profesor Hidesaburō Ueno yang mengajar ilmu pertanian di Universitas Kekaisaran Tokyo. Profesor Ueno waktu itu berusia 53 tahun, sedangkan istrinya, Yae berusia 39 tahun. Profesor Ueno adalah pecinta anjing. Sebelum memelihara Hachi, Profesor Ueno pernah beberapa kali memelihara anjing Akita Inu, namun semuanya tidak berumur panjang. Di rumah keluarga Ueno yang berdekatan dengan Stasiun Shibuya, Hachi dipelihara bersama dua ekor anjing lain, S dan John. Sekarang, lokasi bekas rumah keluarga Ueno diperkirakan di dekat gedung Tokyo Department Store sekarang.

Ketika Profesor Ueno berangkat bekerja, Hachi selalu mengantar kepergian majikannya di pintu rumah atau dari depan pintu gerbang. Di pagi hari, bersama S dan John, Hachi kadang-kadang mengantar majikannya hingga ke Stasiun Shibuya. Di petang hari, Hachi kembali datang ke stasiun untuk menjemput.

Pada 21 Mei 1925, seusai mengikuti rapat di kampus, Profesor Ueno mendadak meninggal dunia. Hachi terus menunggui majikannya yang tak kunjung pulang, dan tidak mau makan selama 3 hari. Menjelang hari pemakaman Profesor Ueno, upacara tsuya (jaga malam untuk orang meninggal) dilangsungkan pada malam hari 25 Mei 1925. Hachi masih tidak mengerti Profesor Ueno sudah meninggal. Ditemani John dan S, ia pergi juga ke stasiun untuk menjemput majikannya.

Nasib malang ikut menimpa Hachi karena Yae harus meninggalkan rumah almarhum Profesor Ueno. Yae ternyata tidak pernah dinikahi secara resmi. Hachi dan John dititipkan kepada salah seorang kerabat Yae yang memiliki toko kimono di kawasan Nihonbashi. Namun cara Hachi meloncat-loncat menyambut kedatangan pembeli ternyata tidak disukai. Ia kembali dititipkan di rumah seorang kerabat Yae di Asakusa. Kali ini, kehadiran Hachi menimbulkan pertengkaran antara pemiliknya dan tetangga di Asakusa. Akibatnya, Hachi dititipkan ke rumah putri angkat Profesor Ueno di Setayaga. Namun Hachi suka bermain di ladang dan merusak tanaman sayur-sayuran.

Pada musim gugur 1927, Hachi dititipkan di rumah Kikusaburo Kobayashi yang menjadi tukang kebun bagi keluarga Ueno. Rumah keluarga Kobayashi terletak di kawasan Tomigaya yang berdekatan dengan Stasiun Shibuya. Setiap harinya, sekitar jam-jam kepulangan Profesor Ueno, Hachi terlihat menunggu kepulangan majikan di Stasiun Shibuya.

Pada tahun 1932, kisah Hachi menunggu majikan di stasiun mengundang perhatian Hirokichi Saitō dari Asosiasi Pelestarian Anjing Jepang. Prihatin atas perlakuan kasar yang sering dialami Hachi di stasiun, Saitō menulis kisah sedih tentang Hachi. Artikel tersebut dikirimkannya ke harian Tokyo Asahi Shimbun, dan dimuat dengan judul Itoshiya rōken monogatari ("Kisah Anjing Tua yang Tercinta"). Publik Jepang akhirnya mengetahui tentang kesetiaan Hachi yang terus menunggu kepulangan majikan. Setelah Hachi menjadi terkenal, pegawai stasiun, pedagang, dan orang-orang di sekitar Stasiun Shibuya mulai menyayanginya. Sejak itu pula, akhiran kō (sayang) ditambahkan di belakang nama Hachi, dan orang memanggilnya Hachikō.

Sekitar tahun 1933, kenalan Saitō, seorang pematung bernama Teru Andō tersentuh dengan kisah Hachikō. Andō ingin membuat patung Hachikō. Setiap hari, Hachikō dibawa berkunjung ke studio milik Andō untuk berpose sebagai model. Andō berusaha mendahului laki-laki berumur yang mengaku sebagai orang yang dititipi Hachikō. Orang tersebut menjual kartu pos bergambar Hachikō untuk keuntungan pribadi. Pada bulan Januari 1934, Andō selesai menulis proposal untuk mendirikan patung Hachikō, dan proyek pengumpulan dana dimulai. Acara pengumpulan dana diadakan di Gedung Pemuda Jepang (Nihon Seinenkan), 10 Maret 1934. Sekitar tiga ribu penonton hadir untuk melihat Hachikō.

Patung perunggu Hachikō akhirnya selesai dan diletakkan di depan Stasiun Shibuya. Upacara peresmian diadakan pada bulan April 1934, dan disaksikan sendiri oleh Hachikō bersama sekitar 300 hadirin. Andō juga membuat patung lain Hachikō yang sedang bertiarap. Setelah selesai pada 10 Mei 1934, patung tersebut dihadiahkannya kepada Kaisar Hirohito dan Permaisuri Kōjun.

Selepas pukul 06.00 pagi, tanggal 8 Maret 1935, Hachikō, 13 tahun, ditemukan sudah tidak bernyawa di jalan dekat Jembatan Inari, Sungai Shibuya. Tempat tersebut berada di sisi lain Stasiun Shibuya. Hachikō biasanya tidak pernah pergi ke sana. Berdasarkan otopsi diketahui penyebab kematiannya adalah filariasis.

Upacara perpisahan dengan Hachikō dihadiri orang banyak di Stasiun Shibuya, termasuk janda almarhum Profesor Ueno, pasangan suami istri tukang kebun Kobayashi, dan penduduk setempat. Biksu dari Myōyū-ji diundang untuk membacakan sutra. Upacara pemakaman Hachikō berlangsung seperti layaknya upacara pemakaman manusia. Hachikō dimakamkan di samping makam Profesor Ueno di Pemakaman Aoyama. Bagian luar tubuh Hachikō diopset, dan hingga kini dipamerkan di Museum Nasional Ilmu Pengetahuan, Ueno, Tokyo.

Pada 8 Juli 1935, patung Hachikō didirikan di kota kelahiran Hachikō di Ōdate. tepatnya di depan Stasiun Ōdate. Patung tersebut dibuat serupa dengan patung Hachikō di Shibuya. Dua tahun berikutnya (1937), kisah Hachikō dimasukkan ke dalam buku pendidikan moral untuk murid kelas 2 sekolah rakyat di Jepang. Judulnya adalah On o wasureruna (Balas Budi Jangan Dilupakan).

Pada tahun 1944, di tengah berkecamuknya Perang Dunia II, patung perunggu Hachikō ikut dilebur untuk keperluan perang. Patung pengganti yang sekarang berada di Shibuya adalah patung yang selesai dibuat bulan Agustus 1948. Patung tersebut merupakan karya pematung Takeshi Andō, anak laki-laki Teru Andō.

Pintu keluar Stasiun JR Shibuya yang berdekatan dengan patung Hachikō disebut Pintu Keluar Hachikō. Sewaktu didirikan kembali tahun 1948, patung Hachikō diletakkan di bagian tengah halaman stasiun menghadap ke utara. Namun setelah dilakukan proyek perluasan halaman stasiun pada bulan Mei 1989, patung Hachikō dipindah ke tempatnya yang sekarang dan menghadap ke timur.

Read More...
gravatar

Albert Einstein


Einstein dilahirkan di Ulm di Württemberg, Jerman; sekitar 100 km sebelah timur Stuttgart. Bapaknya bernama Hermann Einstein, seorang penjual ranjang bulu yang kemudian menjalani pekerjaan elektrokimia, dan ibunya bernama Pauline. Mereka menikah di Stuttgart-Bad Cannstatt. Keluarga mereka keturunan Yahudi; Albert disekolahkan di sekolah Katholik dan atas keinginan ibunya dia diberi pelajaran biola.

Pada umur lima tahun, ayahnya menunjukkan kompas kantung, dan Einstein menyadari bahwa sesuatu di ruang yang "kosong" ini beraksi terhadap jarum di kompas tersebut; dia kemudian menjelaskan pengalamannya ini sebagai salah satu saat yang paling menggugah dalam hidupnya. Meskipun dia membuat model dan alat mekanik sebagai hobi, dia dianggap sebagai pelajar yang lambat, kemungkinan disebabkan oleh dyslexia, sifat pemalu, atau karena struktur yang jarang dan tidak biasa pada otaknya (diteliti setelah kematiannya). Dia kemudian diberikan penghargaan untuk teori relativitasnya karena kelambatannya ini, dan berkata dengan berpikir dalam tentang ruang dan waktu dari anak-anak lainnya, dia mampu mengembangkan kepandaian yang lebih berkembang. Pendapat lainnya, berkembang belakangan ini, tentang perkembangan mentalnya adalah dia menderita Sindrom Asperger, sebuah kondisi yang berhubungan dengan autisme.

Einstein mulai belajar matematika pada umur dua belas tahun. Ada gosip bahwa dia gagal dalam matematika dalam jenjang pendidikannya, tetapi ini tidak benar; penggantian dalam penilaian membuat bingung pada tahun berikutnya. Dua pamannya membantu mengembangkan ketertarikannya terhadap dunia intelek pada masa akhir kanak-kanaknya dan awal remaja dengan memberikan usulan dan buku tentang sains dan matematika. Pada tahun 1894, dikarenakan kegagalan bisnis elektrokimia ayahnya, Einstein pindah dari Munich ke Pavia, Italia (dekat kota Milan). Albert tetap tinggal untuk menyelesaikan sekolah, menyelesaikan satu semester sebelum bergabung kembali dengan keluarganya di Pavia.

Kegagalannya dalam seni liberal dalam tes masuk Eidgenössische Technische Hochschule (Institut Teknologi Swiss Federal, di Zurich) pada tahun berikutnya adalah sebuah langkah mundur dia oleh keluarganya dikirim ke Aarau, Swiss, untuk menyelesaikan sekolah menengahnya, di mana dia menerima diploma pada tahun 1896, Einstein beberapa kali mendaftar di Eidgenössische Technische Hochschule. Pada tahun berikutnya dia melepas kewarganegaraan Württemberg, dan menjadi tak bekewarganegaraan.

Pada 1898, Einstein menemui dan jatuh cinta kepada Mileva Marić, seorang Serbia yang merupakan teman kelasnya (juga teman Nikola Tesla). Pada tahun 1900, dia diberikan gelar untuk mengajar oleh Eidgenössische Technische Hochschule dan diterima sebagai warga negara Swiss pada 1901. Selama masa ini Einstein mendiskusikan ketertarikannya terhadap sains kepada teman-teman dekatnya, termasuk Mileva. Dia dan Mileva memiliki seorang putri bernama Lieserl, lahir dalam bulan Januari tahun 1902. Lieserl Einstein, pada waktu itu, dianggap tidak legal karena orang tuanya tidak menikah.

Pada saat kelulusannya Einstein tidak dapat menemukan pekerjaan mengajar, keterburuannya sebagai orang muda yang mudah membuat marah professornya. Ayah seorang teman kelas menolongnya mendapatkan pekerjaan sebagai asisten teknik pemeriksa di Kantor Paten Swiss pada tahun 1902. Di sana, Einstein menilai aplikasi paten penemu untuk alat yang memerlukan pengetahuan fisika. Dia juga belajar menyadari pentingnya aplikasi dibanding dengan penjelasan yang buruk, dan belajar dari direktur bagaimana "menjelaskan dirinya secara benar". Dia kadang-kadang membetulkan desain mereka dan juga mengevaluasi kepraktisan hasil kerja mereka.

Einstein menikahi Mileva, seorang matematikawan pada 6 Januari 1903. Pada 14 Mei 1904, anak pertama dari pasangan ini, Hans Albert Einstein, lahir. Pada 1904, posisi Einstein di Kantor Paten Swiss menjadi tetap. Dia mendapatkan gelar doktor setelah menyerahkan thesis "Eine neue Bestimmung der Moleküldimensionen" ("On a new determination of molecular dimensions") pada tahun 1905 dari Universitas Zürich.

Di tahun yang sama dia menulis empat artikel yang memberikan dasar fisika modern, tanpa banyak sastra sains yang dapat ia tunjuk atau banyak kolega dalam sains yang dapat ia diskusikan tentang teorinya. Banyak fisikawan setuju bahwa ketiga thesis itu (tentang gerak Brownian, efek fotolistrik, dan relativitas khusus) pantas mendapat Penghargaan Nobel. Tetapi hanya thesis tentang efek fotoelektrik yang mendapatkan penghargaan tersebut. Ini adalah sebuah ironi, bukan hanya karena Einstein lebih tahu banyak tentang relativitas, tetapi juga karena efek fotoelektrik adalah sebuah fenomena kuantum, dan Einstein menjadi terbebas dari jalan dalam teori kuantum. Yang membuat thesisnya luar biasa adalah, dalam setiap kasus, Einstein dengan yakin mengambil ide dari teori fisika ke konsekuensi logis dan berhasil menjelaskan hasil eksperimen yang membingungkan para ilmuwan selama beberapa dekade.

Dia menyerahkan thesis-thesisnya ke "Annalen der Physik". Mereka biasanya ditujukan kepada "Annus Mirabilis Papers" (dari Latin: Tahun luar biasa). Persatuan Fisika Murni dan Aplikasi (IUPAP) merencanakan untuk merayakan 100 tahun publikasi pekerjaan Einstein di tahun 1905 sebagai Tahun Fisika 2005.

Di artikel pertamanya di tahun 1905 bernama "On the Motion—Required by the Molecular Kinetic Theory of Heat—of Small Particles Suspended in a Stationary Liquid", mencakup penelitian tentang gerakan Brownian. Menggunakan teori kinetik cairan yang pada saat itu kontroversial, dia menetapkan bahwa fenomena, yang masih kurang penjelasan yang memuaskan setelah beberapa dekade setelah ia pertama kali diamati, memberikan bukti empirik (atas dasar pengamatan dan eksperimen) kenyataan pada atom. Dan juga meminjamkan keyakinan pada mekanika statistika, yang pada saat itu juga kontroversial.

Read More...

Cuap-cuap

Entri Populer

The Republic of Indonesian Blogger | Garuda di Dadaku